Resep pernikahan bahagia

Karena daku naik Singapore Airlines pas balik ke London dari Jakarta, jadilah harus naik pesawat ke Singapura lalu ganti pesawat di Singapura. 

Setelah ditangisi nyokap pas gue pamit di cengkareng, boardinglah daku ke pesawat.  Seorang ibu setengah baya duduk di sebelah daku.  Percakapan kamu dimulai dengan si Ibu bertanya akan kemanakah saya terbang dan dimulailah percakapan yang sangat menarik ini.

Ibu Hita adalah awalnya berkebangsaan Tionghoa tetapi beliau sekarang adalah warganegara Jerman.  Dia bercerita bahwa dia sudah berjalan jalan keliling dunia di dalam 12 bulan terakhir, lalu dia berkata bahwa suaminya meninggal sekitar 18 bulan yang lalu dan karena dia sangat kehilangan suaminya ia memutuskan untuk berkeliling dunia.

Ibu Hita sudah menikah selama 35 tahun dan selama 35 tahun masa pernikahan tidak pernah ada pertengkaran yang berarti.  Mereka sangat mencintai satu sama lain.  Menurut ibu Hita salah satu aspek paling penting untung pernikahan yang bahagia adalah kemauan untuk mengalah dari dua behak pihak.  Ia bilang suaminya itu orangnya sangat baik dan sabar, ia selalu bilang terimakasih setelah ia memakan masakan sang istri.  Ia juga suami yang sangat gentlemen, misalnya selalu membukakan pintu mobil buat Ibu Hita.

Perginya sang suami sangat mendadak membuat ibu Hita sangat kehilangan.  Sang suami mendapat serangan jantung dan meninggal di pelukan ibu Hita.  Setelah meninggalnya sang suami ibu Hita menerima surat dari sang suami yang pada intinya menyatakan terimakasih atas cinta kasih ibu Hita selama hidupnya.  Sang suami juga telah menyiapkan semua surat surat hukum yang memudahkan pengurusan harta warisan.

Ibu Hita menyatakan ia merasa hidupnya kosong setelah ditinggalkan sang suami dan juga merasa ia tidak bisa tinggal di tempat tempat yang mereka pernah tinggali atau kunjungi karena kenangan mereka berdua terlalu kuat di tempat tempat itu.  Ia berkeliling dunia sambil mencari tempat yang cocok buat ia berlabuh dan akhirnya ia mengunjungi kota jambi dan merasa ia bisa tinggal di sana.  Ia memutuskan untuk tinggal di Jambi sambil melakukan kerja suka rela untuk membantu rakyat sekitar.  Ia berkata bahwa ia sudah tidak ada keinginan lain selain untuk membantu sesama dan seluruh peninggalan suaminya akan ia gunakan untuk itu.

Selama ibu Hita bercerita, mata saya kadang berkaca kaca, karena terasa sekali rasa cintanya yang sangat besar terhadap suaminya.  Saya katakan kepada beliau bahwa ibu Hita sangat beruntung untuk bisa mendapatkan perkawinan yang begitu bahagia dan merasakan cinta kasih dari suaminya selama 35 tahun, dan saya berharap bahwa saya bisa mendapatkan suami yang sebaik suami ibu Hita dan perkawinan yang seharmonis itu.

Ibu Hita sekali lagi bilang bahwa kesediaan untuk mengalah dari dua belah pihak itu sangat penting.  Dan bila ada masalah, perlu diliat kapan waktu yang tepat untuk membicarakannya.

Saya berdoa ibu Hita bisa memulai kehidupannya yang baru di Jambi dengan lancar dan saya juga berdoa supaya usahanya untuk membantu orang orang di Jambi tidak akan sia sia.

 

One Response to “Resep pernikahan bahagia”

  1. Dian Ambon Says:

    dalem mbakkk ceritanya….tp syukurnya dapat cerita yang indah yah jadi perjalanan singapore-londonnya engga bete :)
    btw kapan main ke Utrecht neh Mbak..engga ada sauerkrat di Utrecht seperti waktu di Zurich tp kalo gado2 sama lotek2 aja seh ta masakin deh :)
    liefs,
    dian

Leave a Reply